Imajinasikan (Lebih Dalam Lagi) Musikmu!

"Saya bukan anti dengan partitur not balok (toh nyatanya saya banyak mempelajari partitur not balok) dan saya juga bukan jenius yang bisa sight reading musik super sulit. Saya pun membutuhkan not dan mempelajari musik lewat media not. Namun bagi saya not bukan tujuan melainkan media perantara untuk mencapai imajinasi musik. Perjuangan menguasai musik yang sesungguhnya baru dimulai saat not sudah dikuasai, yaitu saat memasukkan aspek penjiwaan ke dalam musik untuk mewujudkan imajinasi yang sesungguhnya." itu sebagian tulisan saya di Imajinasikan Musikmu! Lalu bagaimana cara saya membangun imajinasi atas musik? 




Ada dua cara yang biasa saya gunakan untuk menciptakan imajinasi detil :

1. Kenali Komposer
Kalau kita mengenal komposer suatu karya, kita bisa membayangkan suasana pada saat musik tersebut diciptakan. Dengan begitu, kita bisa makin mengenal musik tersebut dan mampu berimajinasi. Saya pernah main satu musik karya komponis zaman modern yang hidup di masa revolusi industri. Rupanya dia pernah tinggal di antara pabrik-pabrik yang berisik dan penuh polusi. Dia merasa tidak nyaman dan marah dengan suasana hiruk pikuk itu dan menuangkannya ke dalam musik. Saat memainkannya, saya membayangkan rumah saya berada di tengah banyak pabrik dengan suara bising sekali dan debu beterbangan di mana-mana. Saya membayangkan bentuk mesin yang sungguh besar dengan suara keras berulang-ulang. Mesin truk yang mondar mandir membawa bahan mentah. Ditambah suara mesin perbaikan jalan di depan pabrik,"DANKK! DANKK! DANKK!"


2. Perhatikan Judul Musik dan Gambar (kalau tersedia)
Ada banyak musik yang menyertakan judul. Sangat jelas bagaimana judul membantu sekali untuk menciptakan imajinasi. Di beberapa buku musik untuk pemusik pemula, sering kali disediakan gambar. Dengan memperhatikan gambar dan warna yang ada, pemusik bisa menciptakan imajinasi. Saya pernah memainkan musik berjudul Spring Breeze. Ada gambar hembusan angin dan awan. Dedaunan bergoyang tertiup angin. Warna yang dominan adalah putih dan biru muda yang lembut sekali. Dengan membaca judul dan melihat gambarnya, saya membayangkan sedang berada di padang rumput yang luas sambil menikmati angin bertiup ke wajah. Aromanya segar dan cuaca sejuk.        



Setelah memperhatikan poin nomor satu dan dua, langkah selanjutnya adalah mengkreasikan imajinasi yang sesuai dengan musik tersebut. Imajinasi akan membuat kita hanyut di dalamnya hanya apabila kita mampu merasakannya. Dan imajinasi yang mampu kita rasakan dengan kuat adalah imajinasi yang berhubungan dengan kehidupan kita sehari-hari.


Coba pejamkan mata dan jawab pertanyaan sederhana terkait imajinasi tersebut, misalnya demikian (andai kamu adalah tokoh utama dalam imajinasi tersebut) : kamu sedang berada di dalam atau luar ruangan? / siang atau malam? / mengenakan pakaian apa? / merasa sedih atau senang? / sedang bersama siapa? / sedang melakukan apa? / sedang merasa apa? / dan pertanyaan spesifik lainnya yang membantu kita menciptakan cerita. Kreasikan imajinasi secara bebas dan detil. Niscaya musik akan hidup dalam hati dan pikiran kita.


Selain menggunakan visualisasi seperti contoh di atas, ada juga pemusik yang lebih nyaman membangun imajinasi mengarah ke khayalan emosi ketimbang visualisasi riil alur cerita. Khayalan soal emosi bisa dibangun dengan mengangkat perasaan yang hendak dimunculkan dalam musik. Contohnya seperti : apa yang sedang saya rasakan? / kenapa saya merasa demikian? / apa yang ingin saya rasakan berikutnya? / dan pertanyaan lain yang mengarah ke khayalan emosi. 


Siapapun kita pasti memiliki cara sendiri untuk berimajinasi. Imajinasi adalah bekal istimewa yang manusia berhak dan wajib kembangkan. Tanpa imajinasi yang liar dan tak berbatas, mungkin dunia tidak akan pernah mengenal Lennon, McCartney, Bach, Mozart, Beethoven, Sukarlan, dan banyak seniman dunia lain.   
   
Selamat bermusik penuh imajinasi! =)

  

Comments

Popular posts from this blog

Terima Kasih Ahok!

Perjalanan Ananda dan Kehadiran Sang Idola

Dasar Kamu Enggak Normal!