Kopi Hitam dan Tahu Goreng Volare Orchestra
"Aku pulaaaaang!" "Eeeh, kamu udah sampe," seru Ibu sambil langsung memelukku. Rak sepatu plastik warna abu-abu di pojokan masih sama seperti dulu. Kursi rotan yang berhadap-hadapan juga. Ragam tumbuhan hijau, ada banyak dan aku tidak hafal nama-namanya, juga masih sama. Aku melangkah masuk ruang tamu. Mainan keponakanku yang masih kecil tersusun rapi di dekat televisi yang dibiarkan menyala. "Sudah sampai toh ?" kata Bapak yang sedang asyik membaca koran di kursi kerjanya. Bapak berdiri dan menepuk punggungku. Bapak memang lebih suka bersikap dingin. Di situasi apapun. Namun, aku tahu dia senang melihatku pulang. Kopi hitam dan tahu goreng, lengkap dengan sambal kecap, menemaniku bercerita tentang kehidupan di luar kota. Kuceritakan semua kegiatan rutin membosankan sebagai karyawan swasta. Tentang lalu lintas yang tidak bisa ditebak. Tentang lembur yang melelahkan. Tentang teman-temanku. Semuanya. Bapak Ibu duduk mendengarkan. Satu cerita meng...