"Lihat Apa di Sana?"

Aku ingin sekali bertanya, apa yang sedang Ayumi kerjakan? Aku ingin melihat coretan yang dia buat di buku kecil itu. Tulisankah? Sketsa? Tulisan macam apa? Cerita? Ah, waktunya terlalu singkat. Aku yakin bukan. Observasi benda-benda sekitar? Bisa jadi. Atau sketsa? Aku rasa tidak. Mata Ayumi bergerak ke beberapa titik. Sepertinya mustahil membuat sketsa beberapa benda sekaligus dalam waktu sesingkat itu. 

Pertanyaanku, kenapa? Kenapa Ayumi memutuskan untuk mencoretkan pensil ke buku kecil, entah apa itu, saat baru saja sampai dan duduk sambil menunggu pesanan makanan di kursi restoran Wing Lok Antasari ini?


Mata Ayumi mengarah ke sudut kiri. Ia menatap sesuatu di meja makan kayu panjang di hadapan kami. Matanya bergerak-gerak. Sebentar ke satu titik, sebelahnya, lalu sebelahnya lagi. Ia sedang mencari sesuatu yang menarik. 

Mata Ayumi menatap satu titik. Tidak lagi bergerak. Tidak lagi mencari-cari. Ia sudah menemukan sesuatu yang ia cari. Entah apa yang dia lihat. Ada terlalu banyak barang di atas meja. Cangkir? Mangkuk? Piring? Teko? Sumpit?

Sebentar saja Ayumi perhatikan sesuatu itu. Selama satu dua tarikan napas aku rasa. Mata Ayumi menatap buku kecil di tangan kirinya. Seperti seorang jago masak yang pulang ke dapur setelah puas berbelanja di pasar. Pensil pendek mulai menari.  

Sang anak kecil yang sepanjang sore berlarian di tepi pantai, tertegun melihat ombak besar dan tergopoh tidak sabar pulang untuk bercerita. "Ibu, ombaknya tadi besar sekali! Bagus tapi menakutkan, Ibu!" kata anak itu. Ibu tersenyum,"Oh ya? Asyik sekali. Lihat apa lagi di sana?" Mata anak kecil itu menatap ibunya, "Hmm, sebentar.." .

Kali ini Ayumi melihat ke sudut kanan. Aku mengikuti arah pandangnya. Ada apa di sana? Oh, cuma ada dinding kayu pembatas ruangan, jendela dengan motif kecil-kecil, pendingin udara, dan lampu gantung kuning. Sama seperti sebelumnya, mata Ayumi bergerak-gerak lagi. Sebentar ke sini, ke sana, ke mana-mana. 

Ia menatap satu titik. Sesuatu yang menarik ada di sana. Entah warnanya, bentuk, motif, bahan. Setelah singkat memperhatikan 'yang terpilih', cepat ia kembali ke buku kecilnya.

"Ibu, aku tahu, tadi ada layang-layang besar sekali. Ada bentuk Superman, pesawat terbang, burung garuda, banyak sekali, Bu!"


Lebak Bulus, Jakarta

27  April 2025


Comments

Popular posts from this blog

Terima Kasih Ahok!

Perjalanan Ananda dan Kehadiran Sang Idola

Dasar Kamu Enggak Normal!