Prestasi Jokowi : Persebaran Optimisme

Aku bukan bagian dari kategori pria berawak atletis. Jauh. Cenderung kembar Sinterklas. Tapi aku cinta olah raga. Salah satunya lari. Kadang petang, lebih sering fajar. Motivasinya simpel, biar keringetan dan badan seger. Kerja dan berkarya juga jadi lebih nyam-nyam. Pikiran juga jadi lebih positif.

Di tahun 2019 ini yang udah berjalan enam hari ini aku baru lari tiga kali. Pagi ini aku lari lagi sama sesama narablog, kak Widya Kristianti. Lari sambil bawa hape untuk ngitung jarak dan waktu. Gegayaan aja sih biar kayak pelari-pelari profesyenel. Abis itu upload gambar rute. Mungkin karena sama-sama narablog, kita pun lari sambil mikirin bahan nulis.


Aku Butuh Optimisme

Topik tulisan yang kita bahas adalah soal #Jkw1day1achievement yang lagi banyak dibahas di Twitter. Kali ini aku pengen nulis prestasi beliau dalam bentuk pemikiran atau semangat, yaitu optimisme. Kenapa aku bilang itu prestasi? Karena optimisme adalah dasar atas segala pencapaian. Beliau paham sekali hal itu. Makanya beliau rajin menebar optimisme ke masyarakat. Contoh salah satu pidato sederhana beliau saat membuka Asian Para Games 2018. Bikin haru sekali.

Aku bukan penyandang disabilitas fisik jadi aku cuma bisa bayangkan perasaan bangga para penyandang disabilitas melihat Pak Jokowi menggunakan bahasa isyarat. Mereka mungkin merasa terwakili, dekat, diayomi, dan bangga dengan Pak Jokowi. Aku sebagai seorang ODB (Orang Dengan Bipolar) merasa senang saat bertemu dengan sesama pengidap Bipolar atau gangguan kejiwaan serupa. Karena bahasa kami menjadi sama. Rasanya kayak nemu oase di padang gurun.

Orang yang bukan ODB saja pasti merasa lebih nyaman saat dikelilingi oleh semangat positif, betul apa betul? Apalagi kami yang setiap harinya dikelilingi pikiran negatif. Kami butuh sekali semangat optimisme bukan untuk menguasai dunia, tapi untuk memenuhi kebutuhan paling dasar yaitu bertahan hidup!

Kalau ODB hidupnya dikelilingi oleh nuansa negatif (apalagi sampai punya pemimpin yang selalu menyebarkan pesimisme dan hal negatif) mungkin akan cepat sekali meyakinkan diri untuk mengakhiri hidup. Saya sungguh bersyukur ada sosok-sosok penyebar kabar gembira seperti Pak Jokowi di dunia ini. 


Kampanye Digital dan Melawan Hoax 

Nah, kali ini aku sangat yakin bahwa Pak Jokowi pun butuh bantuan kita semua, masyarakat kecil. Bener begitu? Aku yakin iya. Liat aja 'sebagian orang' gencar banget ngomong kasar dan nyebar hoaks di medsos. Enggak usah dikasih link contohnya lah ya, bisa coba cari sendiri kan...

'Sebagian orang' itu mungkin karena belum (atau enggak?) punya prestasi jadi ngomongnya di medsos ya cuma bisa jelek-jelekin orang lain. Suasana yang muncul kalo baca postingan seperti itu sangat negatif dan mengerikan. Kata-katanya bombastis, heboh, kasar, sadis, dan enggak menggambarkan orang yang berpendidikan.

Tapi ternyata itu disengaja lho! Ada tulisan yang bagus banget dari Aryan Pramudito soal Algoritme, Kampanye Digital, dan Melawan Hoax. Tulisan itu bagus sekali dan WAJIB DIBACA deh sama semua orang. Biar bisa paham apa sih yang sebenarnya terjadi dengan 'sebagian orang' itu dan kenapa mereka terkesan sengaja menyebar berita aneh.

Tahu enggak sih bahwa ternyata kalo kita memviralkan kebodohan mereka itu ternyata kita sedang berkampanye untuk mereka? Maunya marah-marah buat ngejatuhin tapi ternyata malah kampanye untuk mereka, enggak dibayar pula.

screenshot dari laman Fb Aryan Pramudito

Cari dan Aplikasikan Optimisme, Sekarang!

Pernah denger omongan orang yang suaranya teduh tapi dalem jleb-jleb-jleb dan bikin kita terbakar semangat positif? Aku beruntung. Aku pernah denger sharing Handry Satriago dulu pas beliau diundang jadi pembicara di kampus. Beliau adalah CEO General Electric Indonesia yang juga adalah penyandang disabilitas.

Omongan beliau lembut namun terasa sekali ketegasan dan keteguhan hatinya. Aku dan beberapa mahasiswa lain enggak kuasa menahan air mata. Serius! Kita semua jadi sangat positif dan bersemangat. Memandang hidup jadi terasa jauh lebih optimis. Dan satu lagi, kita jadi bersyukur. Beliau itu sungguh manusia penuh manfaat bagi sesama.  

gelang bertuliskan kata-kata positif (foto : Anugerah)

Pak Jokowi kalo ngomong menyampaikan sesuatu biasanya kan dengan suara jelas dan nada cenderung datar nan menenangkan. Isinya pun membuat kita tenang, optimis, tapi menggugah. Aku yang mendengar pun jadi semangat untuk berkarya. Kita bisa belajar banyak sekali dari optimisme ala Pak Jokowi itu dalam menghadapi kehidupan sehari-hari.

Lari pagi ini pun aku mencoba berpikir optimis. Di kilometer ke 1,5 aku mulai lemes. Paha kiri belakang terasa kenceng banget. Aku cuma coba mikir optimis bahwa aku pasti bisa mencapai target tiga kilometer. Pemikiran itu bikin aku nyoba cari cara lari yang lebih nyaman. Alhasil tiga kilometer pun tercapai.

Terima kasih Pak Jokowi. Semangat optimis dan positif yang Bapak tularkan bisa aku pake di kehidupan sehari-hari. Tetap sehat dan bahagia ya, Pak!

Upload rute lari hari ini ahh, hihihi...

screenshot aplikasi Run Tracker dari hape kak Widya Kristianti
      

Comments

Popular posts from this blog

Terima Kasih Ahok!

Perjalanan Ananda dan Kehadiran Sang Idola

Dasar Kamu Enggak Normal!